Cutting Cost

Please log in or register to like posts.
News

Salah satu pengalaman yg sangat penting adlh ttg COST.  caranya agr SALES tinggi, COST rendah. Cara meningkatkan SALES (baca: omzet) tdk asing bg sy. Tak ada kendala, alhamdulillah. ‘Daya serap’ market besar. Alhasil, already market. Namun, sy cukup tertantang dlm hal manage COST,  tepatnya #CuttingCost. Ada beberapa hal yg hrs saya lakukan agar Cost ini rendah.

 

Ada 4 lini yg bisa Anda lakukan dlm melakukan #CuttingCost. Jika keempat hal ini bisa Anda manage, PROFIT Anda gedee!!

Pebisnis2 skrg pd umumnya terlalu fokus NINGKATKAN OMSET. Mereka sering lupa, COST nya bengkak. Kan sama ajah..

PROFIT gede = SALES tinggi, COST rendah. Karena…..

Profit = Sales/Revenue/Omset – Cost/Expenses.

 

Prinsip #CuttingCost itu, kurangi biaya2 saja, dg tdk mengurangi nilai (pelayanan) kpd pelanggan & tdk mengurangi hak2 team…

#CuttingCost ke-1:

tempat, bangunan, booth, properti, tanah, dll…

Intinya, gimana caranya cost untuk hal yg satu ini rendah…

Caranya?

Gini lho, banyak perusahaan2 yg tempatnya mewah,  bangunannya gede,tp omsetnya kecil… Jangan2 buat nutupin cost tempat nya aja ga cukup. Terlalu banyak bisnis yg hanya BANYAK GAYA.

Tempatnya mewah dan gede… Tp cashflownya kacau.  Cost ini bengkak….

 

So, simpulan ke-1, kalo sekiranya ga butuh tempat, jgn dl pake tempat… Klo msh bisa sewa, jgn dl beli… Anda bisa pake delivery service… Anda bisa kerjasama dg org yg punya tempat… Anda bisa sewa dulu.. JANGAN BELI langsung!!! Kuncinya, EFEKTIVITAS… Dengan ASET sekecil2nya, dpt menghasilkan OMSET yg sebesar2nya.

 

#CuttingCost ke-2:

alat2 produksi, alat2 operasional, alat2 yg tidak berhubungan scr langsung dg aktivitas jual beli di bisnis Anda…Tugas Anda, gimana caranya dg alat2 yg secukupnya, bs menghasilkan produktivitas yg bagus… Jangan terlalu bernafsu beli alat2 yg gede, alat2 yg bagus, yg budgetnya besarrr… Inget, bisnis Anda belum ‘kuat’, dan belum tentu sustain

So, simpulannya, beli alat2 produksi dan barang2 penunjang secukupnya, seperlunya, sesuai kebutuhannya. Jangan banyak gaya!!

#CuttingCost ke-3:

operasional harian dan bulanan. Contoh : Listrik, telepon, pulsa, bensin, dll… Berhematlah… Tes dan ukur selalu setiap keputusan operasionalnya. Jangan seenaknya. Pisahkan uang pribadi dan uang bisnis. Jangan kau campur adukkan…

Sebelum beli sesuatu, tanyakan dalam hati: “Beli ini, ngaruh ke peningkatan omset gak yah…?”

 

#CuttingCost ke-4:

gaji karyawan… Beri gaji itu, sama dg sejahterakan karyawan… Tp kalo beri gaji tanpa perhitungan, itu namanya membangkrutkan owner. Berilah gaji dg standar yg pas… Lihat dan bayangkan jika Anda jadi dia, si karyawan, kerjanya gimana… Bayarlah ssuai keringatnya.

Ingat ya, jangan sampai gaji buat karyawan bengkak… Apalagi klo anda gak nyisihkan untuk owner salary… Wah wah wah…

Kalo saya pribadi, di setiap bisnis, selalu menguatkan sistem Pay by Project, or Pay by Result… Komisi, insentif… Kendalanya, tdk semua karyawan bisa berpikir spt itu… Krna mrk ingin nyaman, aman, dan pasti (penghasilannya). Tgs kita, edukasi mrk…

 

Buatlah karyawan take ownership pd perusahaan anda, pd produk anda, pd apa yg dia kerjakan.. Berusahalah untuk Care…

 

#CuttingCost ke-5:

kulakan, sesuatu yg akan jual kembali, bahan2 produksi… Yang ini namanya HPP, harga pokok produksi… Atau dlm barang, COGS, cost of good sold… Dlm jasa, COUS, cost of unit service… Untuk yg ke-5 ini, solusinya Anda cari supplyer yg memang harganya terjangkau, murah, dan bs diajak kerjasama.

Semakin kecil COGS, semakin besar Gross Profit… Gross Profit = Omset – COGS…

Supaya Gross Profitnya gede, Anda perkecil COGS nya.. Caranya?

Nyari bahan2 yg murah… Usaha cari… Banyak pengusaha yg ketika memulai bisnisnya, sudah berharap dapat banyak dan ingin #CepatSukses . Ini tidak salah, tp kurang tepat. #CepatSukses itu ga masalah. Tapi INGIN #CepatSukses , itu masalah | Lho, emang beda? | Jelas beda….

Apa bedanya #CepatSukses dan INGIN #CepatSukses ?

Coba Anda pikirkan apa kira-kira bedanya…

Ray Kroc bilang,

“Banyak org mengira kesuksesan sy datangnya tiba2. Pdhl, sy meraihnya sedikit demi sedikit, hari demi hari, slma 30 thn”. Lihat, bahkan orang sekelas Ray Kroc aja mengakui kesuksesannya tidak berlangsung dlm waktu instan, tetapi bertahap. Berproses…

Orang sekelas Ray Kroc sj butuh waktu 30 tahun untuk mencapai apa yg ia inginkan, kenapa kita ingin #CepatSukses ? Banyak org (mungkin termasuk kita) memang seringkali melihat seseorang hanya pd kesuksesannya saja. Bener gak? Padahal mrk itu berproses…

Honda jd besar, Walt Disney mendunia, KFC dan McDonald’s hampir ada di seluruh dunia, mereka sukses, tdk cepat, krna berproses.

Disaat berproses itulah, mrk byk belajar.. Gagal.. Gagal lagi.. Gagal terus… Semuanya adalah pembelajaran.

  • Honda pernah bangkrut 2x krn pabrikny dihancurkan perang.
  • Walt Disney smpat mandi menumpang di stasiun.
  • Sanders sempat ditolak lbh dr 1000x.

 

Harus benar2 kita pahami bahwa di dalam dunia bisnis, tidak ada namanya cara cepat. Klopun ada, siap2 hancur. Semuanya berproses. Tidak bisa tergesa gesa. Kalo suksesnya cepat, hancurnya cepat.. Bisnis itu merintis.. Bertahap.. Dari kecil menjadi besar.. Tidak ada yg namanya langsung sukses.

 

klo ingin jadi pengusaha, jgn harap bahwa sukses bs terjadi secara instan. Itu tidak mungkin.

Kalopun mungkin, pasti ada masalah… Kalo belum terdeteksi masalahnya skrg, akan terlihat nanti.. Bisnis spt rangkaian usia. Di setiap kenaikannya ada perubahan dan masalah. Dan kita hrs menapakinya satu per satu.

Jgn ingin #CepatSukses, krna tdk ada yg instan dlm bisnis.

There is no easy money in business. Easy money make you stupid!

Jika ada seseorang yg menjanjikan sukses dan untung cepat, itu bullshit! Jangan percaya… Seorang pengusaha akn sngt paham bhwa di dunia ini tdk ada yg instan. Lbh baik melakuukannya scra bertahap namun bsnis trs growing.

Berproseslah.. Jangan ingin #CepatSukses … Karena sesuatu yg didapat cepat, akan hilang cepat . . . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *